Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama mewarnai kelanjutan pembangunan masjid UPT SMP Negeri 4 Pringsewu. Pada Minggu, 25 Oktober 2026, warga sekolah bersama para pekerja profesional melaksanakan kegiatan pengecoran lantai dua masjid sebagai salah satu tahapan penting dalam pengembangan sarana ibadah di lingkungan sekolah.

Pembangunan lantai dua masjid ini merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi seluruh warga sekolah. Dana pembangunan dihimpun melalui berbagai bentuk kontribusi, baik berupa infak maupun program Koin Surga yang secara konsisten dikumpulkan oleh guru-guru setiap hari Jumat. Sementara itu, para murid turut mengambil bagian melalui infak rutin setiap hari Selasa dan kegiatan Jumat Religi.

Suasana gotong royong tampak jelas selama proses pengecoran berlangsung. Selain melibatkan tenaga tukang profesional, sejumlah guru turut turun langsung membantu pekerjaan. Kebersamaan juga terlihat dari peran guru-guru putri yang berjibaku menyiapkan konsumsi bagi seluruh pekerja. Setiap orang mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan perannya masing-masing demi kelancaran pembangunan.

Antonius Widi Asmoro, S.Pd., M.Si., selaku Kepala UPT SMP Negeri 4 Pringsewu, memberikan dukungan moril maupun materiil untuk memastikan pembangunan masjid dapat berjalan dengan baik. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebutuhan beribadah dan kenyamanan seluruh warga sekolah melampaui perbedaan keyakinan. Kegiatan ini juga menjadi cerminan nyata nilai toleransi. Hal serupa ditunjukkan JUGA  oleh guru-guru nonmuslim yang turut memberikan sumbangsih bagi pembangunan masjid. Keterlibatan mereka menjadi gambaran bahwa toleransi bukan sekadar slogan yang disampaikan dalam kegiatan seremonial, melainkan nilai yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Pembangunan lantai dua masjid ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan yang semakin mendesak terhadap ketersediaan ruang ibadah yang memadai, khususnya untuk menunjang pelaksanaan salat berjamaah seluruh murid. Kebutuhan tersebut semakin terasa seiring dengan berkembangnya program KANCIL SPENPAT yang turut menggalakkan penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), termasuk pembiasaan beribadah di lingkungan sekolah.

Melalui program tersebut, sekolah berupaya membangun karakter murid tidak hanya melalui kegiatan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Ketersediaan masjid yang lebih luas diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan secara lebih tertib, nyaman, dan menyeluruh.

By SULISTY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *