UPT SMP Negeri 4 Pringsewu bekerja sama dengan Puskesmas Rejosari, kembali mengadakan Penjaringan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Pembinaan Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) pada Jumat, 21 Agustus 2026. Sasaran CKG adalah sebanya 287 siswa kelas 7, sedangkan Pelatihan P3LP diberikan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) serta 28 siswa perwakilan kelas.

CKG didahuli dengan mengisi skrining kesehatan secara mandiri melalui aplikasi kesehatan yang dibagikan. Dalam CKG siswa didata mulai dari Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB), Tekanan darah, kesehatan mata, telinga, gigi dan juga cek kadar Hemoglobin (Hb) khusus untuk siswa putri. Hasil CKG secara umum siswa kelas 7 tidak menunjukkan gejala yang serius dan memerlukan penanganan lanjutan.

Pertolongan pertama pada luka psikologis di sekolah dikenal sebagai P3LP (Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis), yaitu bantuan psikologis dasar berbasis empati yang bisa diberikan oleh guru, siswa, maupun orang tua tanpa memerlukan pelatihan klinis khusus. Tujuan utamanya adalah mencegah kondisi emosional atau stres agar tidak memburuk serta membuat seseorang merasa aman dan tidak sendirian.

Dalam pelatihan P3LP perwakilan siswa juga dilatih untuk menjadi siswa aktif dan tanggap terhadap tindakan bullying yang terjadi di sekitar mereka. Mereka dilatih untuk melaporkan prilaku bullying dan memberikan pendampingan awal pada korban dan bertindak melaporkan ke guru, wali kelas atau guru BK.

Prinsip Utama P3LP (3 Langkah Sederhana) yaitu pertama Perhatikan (Look): Peka terhadap perubahan perilaku teman atau siswa yang tidak seperti biasanya, seperti tiba-tiba murung, menarik diri, atau tampak tertekan. Kedua Dengarkan (Listen): Berikan ruang yang aman untuk bercerita. Dengarkan secara aktif tanpa menghakimi, memotong, atau langsung menceramahi. Ketiga Hubungkan (Link): Bantu atau arahkan individu tersebut untuk terhubung dengan pihak yang lebih berwenang, seperti wali kelas, guru BK, orang tua, atau tenaga kesehatan di Puskesmas.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemeriksaan kesehatan primer yang sistematis, komprehensif, berpusat pada individu, mencakup deteksi dini, pencegahan, edukasi, serta tindak lanjut dan rujukan. Prinsip ini dapat diterapkan dalam CKG agar pemeriksaan tidak berhenti pada skrining, tetapi dilanjutkan dengan penanganan dan pemantauan sesuai kebutuhan. Sementara itu, untuk P3LP, WHO menggunakan pendekatan Psychological First Aid (PFA) melalui prinsip Look, Listen, Link: mengidentifikasi keamanan dan kebutuhan mendesak, mendengarkan secara empatik, serta menghubungkan individu dengan dukungan atau layanan yang tepat. PFA merupakan dukungan awal yang menghormati martabat dan budaya, bukan pengganti diagnosis atau terapi profesional.
