Harapan bahwa guru dapat menjalankan peran yang lebih efektif dalam rangka meningkatkan kecakapan atau penguatan literasi peserta didik, melalui kegiatan yang bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sehingga peserta didik mempunyai kemampuan dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat. Hal ini disampaikan oleh narasumber pada kegiatan In House Training (IHT) lanjutan pada Jumat, 13 September 2024 yaitu Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu, Iswanto,S.Pd.

Iswanto,S.Pd juga menyatakan bahwa penguatan literasi dalam pembelajaran menjadi fokus dalam Kurikulum Merdeka. Setiap guru harus memiliki kompetensi literasi dan harus dapat mengintegrasikan strategi meningkatkan kecakapan berfikir peserta didik melalui materi pada mata pelajaran yang diampunya. Kecakapan ini di peroleh dengan memanfaatkan teks multimedia.

Selain itu disampaikan bahwa strategi menumbuhkan budaya literasi untuk meningkatkan kecakapan literasi perlu adanya dukungan dari lingkungan fisik sekolah misalnya tersedia bahan bacaan untuk aktivitas membaca yang menyenangkan dan pembelajaran. Lingkungan sosial emosional, dan juga lingkungan akademik yaitu guru merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi, guru menguatkan kecakapan literasi baca-tulis melalui kegiatan pengayaan.
Guru juga harus bisa memfasilitasi pembelajaran berbasis proyek dan guru melakukan strategi untuk mengembangkan kecakapan berfikir.
Penumbuhan lingkungan belajar yang kaya literasi merupakan pendukung penting pembelajaran yang menguatkan kecakapan literasi peserta didik. Bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik SMP berperan sangat penting dalam penguatan literasi.
